Kolaborasi Mayapada Hospital-Lovepink Buka Harapan Baru Pasien Kanker Payudara

Kolaborasi Mayapada Hospital-Lovepink Buka Harapan Baru Pasien Kanker Payudara

Sorotan Hari IniKolaborasi Mayapada Hospital-Lovepink memperluas dukungan bagi pasien dan penyintas kanker payudara melalui layanan medis yang terintegrasi dengan pendampingan komunitas. Kerja sama antara Mayapada Hospital Jakarta Selatan dan Lovepink ini disorot pada Jumat, 18 September 2026. Cakupannya meliputi pemeriksaan, pengobatan, rehabilitasi, hingga dukungan selama perjalanan perawatan. Anggota Lovepink juga dapat mengakses layanan seperti mamografi, USG mammae, PET-CT scan, pemeriksaan laboratorium, radiologi, rawat jalan, rawat inap, serta rehabilitasi medis. Pendekatan tersebut penting karena perjalanan pasien tidak selesai setelah diagnosis atau tindakan medis tertentu. Setiap tahap dapat menghadirkan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, kesinambungan layanan menjadi perhatian utama. Kolaborasi ini juga mempertemukan dua unsur yang saling melengkapi. Rumah sakit memberikan dukungan klinis, sedangkan komunitas menghadirkan edukasi dan ruang berbagi pengalaman. Bagi pasien, kombinasi tersebut dapat membantu perjalanan perawatan terasa lebih terarah tanpa menggantikan keputusan medis individual.

Baca Juga: Jurgen Klopp Bawa Skuad Jumbo, Jerman Gunakan Dua Tim Berbeda

Comprehensive Cancer Care Menjadi Dasar Layanan Terintegrasi

Hospital Director Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Fiktorius Kuludong, M.M., menjelaskan bahwa perjalanan penanganan kanker mencakup skrining, diagnosis, hingga terapi yang melibatkan berbagai disiplin kedokteran. Karena itu, pasien tidak selalu cukup ditangani oleh satu bidang spesialisasi. Mayapada Hospital Jakarta Selatan mengembangkan layanan kanker dengan pendekatan terpadu. Dalam praktiknya, kebutuhan pasien dapat melibatkan bedah onkologi, radiologi, patologi, hemato-onkologi, radioterapi, rehabilitasi, dan bidang lain sesuai kondisi klinis. Rumah sakit juga memiliki tumor board. Forum ini memungkinkan dokter dari berbagai disiplin membahas kasus dan strategi penanganan pasien secara bersama. Pendekatan multidisipliner menjadi penting karena kanker payudara bukan satu penyakit dengan satu pola penanganan yang sama untuk semua orang. Stadium, karakter biologis tumor, kondisi kesehatan, serta respons terhadap terapi dapat berbeda. Oleh sebab itu, rencana perawatan tetap perlu disesuaikan berdasarkan hasil pemeriksaan setiap pasien.

Lovepink Membawa Dukungan Komunitas ke Dalam Perjalanan Pasien

Sisi lain dari kolaborasi Mayapada Hospital-Lovepink adalah kehadiran komunitas yang memahami perjalanan pasien dari perspektif berbeda. Lovepink merupakan organisasi nirlaba berbasis komunitas warriors dan survivors kanker payudara. Secara legal, organisasi tersebut berdiri dengan nama Yayasan Daya Dara Indonesia. Lovepink menyatakan telah mendukung lebih dari 17.500 warriors dan memiliki jaringan di sejumlah kota Indonesia. Programnya mencakup edukasi deteksi dini, kegiatan Pink Talk, pemeriksaan melalui Pink Screening, serta dukungan moral bagi pasien. Kehadiran komunitas dapat memberikan sesuatu yang berbeda dari konsultasi medis. Pasien dapat bertemu orang yang pernah menghadapi ketakutan, pertanyaan, atau proses pengobatan serupa. Wakil Ketua Lovepink Anita D. Sulistyowati menekankan bahwa pasien yang baru menerima diagnosis dapat merasa takut dan sendirian. Ruang berbagi dengan penyintas dapat membantu mereka mengetahui bahwa pengalaman tersebut tidak harus dijalani seorang diri.

Kisah Penyintas Memperlihatkan Pentingnya Informasi yang Tepat

Pengalaman seorang penyintas yang disampaikan dalam acara kolaborasi turut memperlihatkan pentingnya informasi dan pendampingan. Berdasarkan laporan mengenai acara tersebut, penyintas bernama Ferita menceritakan pengalamannya menjalani perjalanan kanker payudara dan merasakan koordinasi antardokter dalam menentukan tindakan. Bahan awal yang diberikan menyebut namanya sebagai Verita serta menjelaskan bahwa ia didiagnosis kanker payudara stadium 4 pada 2023. Karena terdapat perbedaan penulisan nama pada laporan yang tersedia, artikel ini tidak menyamakan detail tersebut tanpa verifikasi tambahan. Hal yang konsisten adalah pesan mengenai pentingnya pendampingan dan koordinasi. Dalam perjalanan kanker, pasien dapat menghadapi banyak istilah medis dan keputusan yang terasa rumit. Karena itu, akses terhadap penjelasan yang mudah dipahami menjadi penting. Dukungan komunitas dapat membantu pasien menyusun pertanyaan sebelum berkonsultasi. Namun, komunitas tidak menggantikan dokter. Informasi dari sesama penyintas sebaiknya menjadi dukungan pengalaman, sedangkan diagnosis dan pilihan terapi tetap ditentukan bersama tenaga medis berdasarkan kondisi individual.

PET-CT Scan Menjadi Bagian dari Fasilitas Diagnosis Lanjutan

Mayapada Hospital Jakarta Selatan juga menempatkan teknologi pencitraan sebagai bagian dari layanan kanker terpadu. Salah satu fasilitas yang disebut dalam kerja sama ini adalah PET-CT scan. Selain itu, layanan mencakup mamografi 3D dan 4D USG mammae. PET atau positron emission tomography menggunakan radiotracer untuk membantu menggambarkan aktivitas metabolik jaringan. Ketika digabungkan dengan CT, dokter memperoleh informasi fungsional sekaligus anatomi. Dalam onkologi, PET-CT dapat digunakan pada indikasi tertentu untuk membantu penilaian penyebaran penyakit, respons terhadap terapi, atau evaluasi lainnya. Namun, PET-CT bukan pemeriksaan yang otomatis diperlukan setiap pasien kanker payudara. Penggunaannya bergantung pada pertanyaan klinis, stadium, serta pertimbangan dokter. Karena itu, teknologi canggih tetap harus ditempatkan dalam konteks medis yang tepat. Menurut informasi yang disampaikan pihak rumah sakit dalam bahan acara, pemanfaatan PET juga mencakup bidang selain onkologi, termasuk kardiologi dan neurologi. Hasil pemeriksaan kemudian dapat menjadi bagian dari pembahasan tim sesuai kebutuhan pasien.

Mammografi 3D Mendukung Pemeriksaan Payudara yang Lebih Lengkap

Selain PET-CT, Mayapada Breast Clinic memiliki fasilitas mammografi 3D. Layanan tersebut sebelumnya juga telah disebut sebagai bagian dari fasilitas kesehatan payudara di Mayapada Hospital Jakarta Selatan. Rumah sakit menyediakan VABB atau vacuum-assisted breast biopsy, operasi, rekonstruksi, kemoterapi, terapi target, imunoterapi, radioterapi, fisioterapi, serta rehabilitasi sesuai indikasi medis. Mammografi sendiri merupakan salah satu metode penting dalam pemeriksaan payudara. Namun, jenis pemeriksaan yang tepat tidak selalu sama bagi setiap perempuan. Usia, gejala, kepadatan payudara, riwayat kesehatan, dan tingkat risiko dapat memengaruhi rekomendasi pemeriksaan. Oleh karena itu, keberadaan teknologi sebaiknya diikuti konsultasi klinis yang tepat. Prinsip yang sama berlaku ketika seseorang menemukan benjolan atau perubahan lain pada payudara. Lovepink mengingatkan perempuan agar tidak membiarkan rasa takut menjadi alasan untuk menunda pemeriksaan. Organisasi tersebut juga mendorong kesadaran terhadap perubahan payudara melalui SADARI. Jika ditemukan kelainan, pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

Tumor Board Membantu Dokter Menilai Kasus Bersama

Kanker payudara dapat membutuhkan keputusan dari beberapa disiplin ilmu sekaligus. Karena itu, keberadaan tumor board menjadi bagian penting dari model perawatan yang dibahas dalam kolaborasi ini. Chief Operating Officer Mayapada Hospital Jakarta Selatan, Joyce Rahayu Kusumariyadi, menjelaskan bahwa forum tersebut merupakan diskusi medis multidisipliner mengenai penanganan pasien kanker. Artinya, suatu kasus dapat dipelajari dari lebih dari satu sudut keahlian sebelum strategi perawatan ditentukan. Pendekatan seperti ini dapat membantu menyelaraskan diagnosis, terapi, dan evaluasi berikutnya. Namun, keputusan akhir tetap harus mempertimbangkan kondisi serta preferensi pasien. Mayapada Hospital Jakarta Selatan juga menyediakan patient navigator. Peran ini ditujukan untuk mendampingi pasien dan keluarga selama menjalani alur perawatan. Bagi pasien, sistem kesehatan dapat terasa rumit ketika banyak pemeriksaan dan dokter terlibat. Karena itu, koordinasi bukan sekadar persoalan administratif. Alur yang jelas dapat membantu pasien memahami tahapan yang sedang dijalani dan pertanyaan apa yang perlu disampaikan pada konsultasi berikutnya.

Pemantauan Setelah Terapi Tetap Menjadi Bagian Penting

Selesainya operasi, kemoterapi, radioterapi, atau terapi lainnya tidak selalu berarti perjalanan medis pasien berakhir. Pemantauan lanjutan tetap dibutuhkan sesuai jenis kanker, terapi yang diterima, serta kondisi individual. Karena itu, kerja sama Mayapada Hospital Jakarta Selatan dan Lovepink juga relevan bagi penyintas yang telah melewati fase terapi aktif. Layanan yang diumumkan mencakup rehabilitasi medis selain pemeriksaan dan perawatan kanker. Pada tahap ini, kebutuhan setiap penyintas dapat berbeda. Sebagian mungkin membutuhkan rehabilitasi fisik. Sebagian lainnya perlu menjalani pemeriksaan berkala atau mengelola efek jangka panjang terapi. Sementara itu, dukungan emosional dan sosial tetap dapat memiliki arti besar. Lovepink memang menempatkan dukungan moral sebagai salah satu misinya. Komunitas menyediakan akses bagi pasien untuk bertemu dan berbagi dengan warriors maupun survivors lainnya. Dengan demikian, pemulihan dapat dipandang lebih luas. Fokusnya bukan hanya menyelesaikan terapi, tetapi juga membantu pasien menjalani kehidupan setelah atau selama pengobatan.

Deteksi Dini Tetap Menjadi Pesan yang Tidak Boleh Hilang

Kemajuan teknologi pengobatan tidak mengurangi pentingnya kesadaran terhadap perubahan pada payudara. Lovepink secara khusus berfokus pada kampanye kesadaran deteksi dini kanker payudara. Organisasi ini memiliki visi untuk membantu menurunkan jumlah pasien kanker payudara stadium lanjut pada 2030. Dalam acara kolaborasi pada 18 September 2026, Anita juga mengingatkan agar perempuan tidak takut melakukan pemeriksaan ketika menemukan perubahan pada payudara. Pesan tersebut perlu dipahami dengan tepat. SADARI dapat membantu seseorang mengenali perubahan pada tubuhnya, tetapi bukan alat untuk memastikan diagnosis kanker. Benjolan juga tidak selalu berarti kanker. Sebaliknya, kelainan yang tampak ringan tidak sebaiknya langsung diabaikan. Pemeriksaan oleh tenaga kesehatan dibutuhkan ketika terdapat perubahan yang menetap atau mengkhawatirkan. Dengan begitu, edukasi komunitas dan fasilitas medis dapat bekerja pada perannya masing-masing. Komunitas membantu meningkatkan kesadaran, sementara tenaga medis melakukan penilaian berdasarkan pemeriksaan klinis dan pemeriksaan penunjang yang sesuai.

Kolaborasi Medis dan Komunitas Membentuk Dukungan yang Lebih Utuh

Kolaborasi Mayapada Hospital-Lovepink menunjukkan bahwa perjalanan kanker payudara memiliki dimensi medis sekaligus manusiawi. Mayapada Hospital Jakarta Selatan menyediakan layanan dari pemeriksaan hingga rehabilitasi dengan dukungan tim multidisiplin. Sementara itu, Lovepink membawa pengalaman komunitas, edukasi, dan dukungan moral bagi warriors serta survivors. Kombinasi tersebut tidak menjanjikan hasil pengobatan tertentu. Namun, kerja sama dapat memperluas akses terhadap informasi dan membantu pasien memahami perjalanan perawatan dengan lebih terstruktur. Bagi keluarga, dukungan seperti ini juga dapat membantu mereka mengetahui cara mendampingi pasien. Pada akhirnya, teknologi seperti PET-CT atau mammografi 3D hanyalah satu bagian dari sistem perawatan. Dokter, perawat, tenaga rehabilitasi, pendamping, keluarga, dan komunitas memiliki peran berbeda. Ketika koordinasi berjalan baik, pasien dapat memperoleh dukungan yang lebih menyeluruh. Karena itu, nilai utama kolaborasi ini bukan sekadar penambahan fasilitas, melainkan upaya menghubungkan layanan medis dengan pendampingan sepanjang perjalanan pasien.