120 Anggota Komunitas Touring Bertolak ke Mandalika dalam Program Pertamina

120 Anggota Komunitas Touring Bertolak ke Mandalika dalam Program Pertamina

Sorotan Hari Ini – Sebanyak 120 pengendara roda dua memulai perjalanan dari Jakarta menuju Lombok melalui program Touring to Mandalika. Kegiatan komunitas touring Pertamina ini menjadi bagian dari rangkaian menuju Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Selain menikmati perjalanan lintas daerah, peserta akan mengikuti edukasi energi, mengunjungi fasilitas Pertamina, dan merasakan pengalaman motorsport di Pertamina Mandalika International Circuit.

Komunitas Touring Pertamina Memulai Perjalanan dari Jakarta

Perjalanan dimulai pada Sabtu, 3 Oktober 2026, dengan melibatkan 120 pengendara dari berbagai komunitas sepeda motor. Para peserta dilepas dari Lubricants Technology Center di Jakarta Utara. Selanjutnya, rombongan menempuh perjalanan darat menuju kawasan Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Touring tersebut tidak hanya menjadi perjalanan menuju lokasi balapan. Pertamina juga menggabungkan kegiatan komunitas dengan edukasi energi dan pengalaman berkendara jarak jauh. Karena itu, peserta memiliki sejumlah agenda selama perjalanan sebelum mencapai tujuan akhir di Mandalika.

Persiapan Kendaraan Dilakukan Sebelum Keberangkatan

Sebelum perjalanan dimulai, kondisi kendaraan dan peserta menjadi perhatian utama. Sepeda motor menjalani pemeriksaan untuk memastikan kelayakannya menempuh perjalanan panjang. Selain itu, peserta mengikuti pemeriksaan kesehatan dan mendapatkan penjelasan mengenai prosedur keselamatan. Pertamina juga menyerahkan sejumlah perlengkapan berkendara secara simbolis. Perlengkapan tersebut mencakup helm dan safety vest. Sementara itu, kebutuhan kendaraan didukung Pertamina Enduro dan Pertamax Turbo. Persiapan semacam ini penting karena perjalanan Jakarta menuju Lombok memiliki karakter jalan dan jarak yang jauh berbeda dibandingkan touring harian.

Keselamatan Menjadi Bagian Penting Sepanjang Touring

Perjalanan antarpulau membutuhkan kesiapan yang lebih matang dibandingkan perjalanan pendek. Oleh sebab itu, pemeriksaan fisik pengendara menjadi bagian dari persiapan sebelum rombongan berangkat. Kondisi sepeda motor juga diperiksa agar risiko teknis selama perjalanan dapat ditekan. Dari sudut pandang touring, pendekatan tersebut cukup relevan. Faktor keselamatan tidak hanya ditentukan kemampuan berkendara. Kondisi tubuh, kesiapan kendaraan, penggunaan perlengkapan pelindung, serta disiplin rombongan juga memiliki peran besar. Dengan jumlah peserta mencapai 120 orang, koordinasi menjadi semakin penting agar perjalanan tetap teratur.

Perjalanan Sekaligus Menjadi Road Test Pelumas

Ada sisi teknis yang membuat program komunitas touring Pertamina ini berbeda dari perjalanan komunitas biasa. Pertamina Lubricants memanfaatkan rute panjang tersebut sebagai kesempatan melakukan road test. Setelah perjalanan selesai, sampel pelumas dari berbagai jenis dan merek sepeda motor peserta akan diambil. Sampel kemudian dianalisis melalui fasilitas Oil Clinic di Lubricants Technology Center. Pengujian oli bekas atau used oil test dapat memberikan gambaran mengenai kondisi pelumas setelah digunakan dalam perjalanan panjang. Selanjutnya, data yang diperoleh dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan riset untuk pengembangan produk pelumas.

Peserta Dijadwalkan Mengunjungi Fasilitas Pertamina

Rombongan juga memiliki agenda edukasi selama perjalanan menuju Lombok. Salah satu lokasi yang dijadwalkan menjadi tempat persinggahan adalah Kilang Balongan. Selain itu, peserta akan mengunjungi sejumlah fasilitas operasional Pertamina lainnya. Kunjungan tersebut memberikan kesempatan untuk melihat lebih dekat aktivitas di balik penyediaan energi. Dengan demikian, touring tidak hanya berisi perjalanan dari satu kota menuju kota berikutnya. Peserta juga memperoleh pengalaman mengenai rantai bisnis energi yang selama ini mungkin hanya mereka kenal melalui produk di SPBU atau bengkel.

Teknologi Digital Ikut Digunakan Selama Perjalanan

Perjalanan ini juga memanfaatkan layanan digital yang telah dikembangkan Pertamina. Peserta dapat menggunakan MyPertamina untuk melakukan transaksi selama berada di jalur touring. Penggunaan layanan digital tersebut menjadi bagian dari pengalaman perjalanan yang ingin diperkenalkan kepada komunitas. Di sisi lain, rute panjang dapat memberikan gambaran praktis mengenai penggunaan ekosistem layanan Pertamina di berbagai daerah. Bagi peserta, perjalanan semacam ini akhirnya tidak hanya menjadi kegiatan rekreasi. Ada pengalaman langsung dalam menggunakan produk dan layanan yang ditemui sepanjang rute menuju Mandalika.

Mandalika Menjadi Titik Akhir Perjalanan Lintas Daerah

Setelah melewati perjalanan beberapa hari, rombongan dijadwalkan tiba di Lombok pada 8 Oktober 2026. Mandalika menjadi tujuan utama karena kawasan tersebut menjadi lokasi Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Setibanya di sana, peserta akan mendapatkan pengalaman berbeda dari pengunjung balapan pada umumnya. Mereka dijadwalkan menginap di Pertamina Camping Ground yang berada di kawasan sirkuit dan dikelola Patra Jasa. Konsep tersebut menyatukan perjalanan komunitas, pengalaman menginap, serta atmosfer motorsport dalam satu rangkaian kegiatan.

Baca Juga: Dana Abadi Bencana Rp8,3 Triliun Jadi Penopang Asuransi Aset Negara

Peserta Akan Menyaksikan Grand Prix Indonesia 2026

Agenda perjalanan berlanjut setelah seluruh peserta tiba di Lombok. Mereka dijadwalkan menyaksikan Pertamina Grand Prix of Indonesia yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026. Setelah menempuh perjalanan panjang menggunakan sepeda motor, memasuki kawasan sirkuit tentu memberikan pengalaman yang berbeda. Para peserta tidak datang hanya sebagai penonton yang langsung menuju arena. Mereka terlebih dahulu melewati perjalanan lintas daerah bersama komunitas. Konsep tersebut menjadi cara untuk menghubungkan aktivitas touring dengan atmosfer motorsport internasional yang berlangsung di Mandalika.

Touring Membuka Ruang Interaksi Antarkomunitas

Jumlah peserta yang mencapai 120 orang membuat perjalanan ini menjadi ruang pertemuan berbagai komunitas roda dua. Setiap kelompok dapat memiliki karakter sepeda motor, pengalaman touring, dan latar belakang berbeda. Namun, mereka berada dalam perjalanan dengan tujuan yang sama. Interaksi seperti ini dapat memperkuat jejaring antarkomunitas sekaligus membuka pertukaran pengalaman mengenai keselamatan maupun perawatan kendaraan. Selain itu, perjalanan beberapa hari memberikan waktu interaksi yang jauh lebih panjang dibandingkan pertemuan komunitas dalam acara satu hari. Aspek sosial tersebut menjadi salah satu nilai menarik dari touring berskala besar.

Perjalanan Menuju Mandalika Berpotensi Mendukung Sport Tourism

Program komunitas touring Pertamina juga bersinggungan dengan konsep sport tourism. Peserta bergerak melewati berbagai daerah sebelum tiba di lokasi penyelenggaraan balapan internasional. Sepanjang perjalanan, rombongan membutuhkan bahan bakar, tempat beristirahat, konsumsi, hingga berbagai layanan lokal. Aktivitas semacam itu dapat menciptakan interaksi ekonomi dengan daerah yang dilalui. Sementara itu, Mandalika mendapatkan manfaat dari kedatangan pengunjung yang menjadikan ajang olahraga sebagai tujuan perjalanan. Menurut saya, kombinasi touring dan motorsport menarik karena pengalaman wisata tidak hanya terkonsentrasi di kawasan sirkuit, tetapi dimulai sejak peserta meninggalkan kota asal.

Touring to Mandalika Menggabungkan Otomotif dan Edukasi Energi

Touring to Mandalika pada akhirnya memiliki beberapa lapisan kegiatan. Ada perjalanan komunitas, edukasi keselamatan, road test pelumas, kunjungan fasilitas energi, hingga pengalaman menyaksikan balapan internasional. Seluruh rangkaian tersebut dimulai dengan keberangkatan 120 peserta dari Jakarta dan dijadwalkan mencapai Lombok pada 8 Oktober. Setelah itu, peserta memasuki rangkaian Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Perjalanan ini menunjukkan bagaimana aktivitas komunitas otomotif dapat dikembangkan menjadi program yang lebih luas. Selain mempertemukan pencinta roda dua, kegiatan tersebut juga membawa unsur edukasi, pengujian produk, dan promosi wisata berbasis olahraga.