AS Siapkan Tarif Baru untuk Pembeli Minyak Rusia, India Mulai Waspada

AS Siapkan Tarif Baru untuk Pembeli Minyak Rusia, India Mulai Waspada

Sorotan Hari Ini – Amerika Serikat membuka peluang pemberlakuan tarif hingga 100 persen bagi negara yang membeli minyak dan gas Rusia. Kebijakan tersebut berasal dari rancangan undang-undang sanksi yang telah melewati Kongres AS. Namun, tarif 100 persen belum otomatis berlaku bagi India atau negara lain. Rancangan tersebut memberikan kewenangan kepada Presiden Donald Trump untuk menjatuhkan tarif jika syarat yang ditetapkan terpenuhi. DPR AS telah meloloskan rancangan tersebut pada Kamis, 17 September 2026. Sebelumnya, Senat juga telah menyetujuinya dengan suara 86-11 pada 7 Agustus. Kini, aturan tersebut menunggu keputusan Trump.

Baca Juga: OJK Jatuhkan Denda Rp1,35 Miliar kepada Emiten Salim-Bakrie

India Khawatir Hubungan Bilateral Terganggu

Pemerintah India langsung merespons perkembangan tersebut. Kementerian Luar Negeri India menyatakan bahwa langkah AS dapat berdampak pada hubungan bilateral kedua negara. New Delhi juga mengatakan telah menyampaikan kekhawatiran tersebut kepada sejumlah pejabat AS dalam beberapa bulan terakhir. Selain itu, India menyoroti kemungkinan dampaknya terhadap pasar energi internasional. Pemerintah India menegaskan akan mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi kepentingan perdagangan dan ekonominya. Karena itu, isu tarif tidak hanya berkaitan dengan perdagangan minyak. Dampaknya juga dapat meluas ke hubungan ekonomi India dan Amerika Serikat.

India Tetap Menjaga Pasokan Energi

India memiliki alasan kuat untuk memperhatikan perkembangan tersebut. Negara itu merupakan salah satu importir minyak terbesar dunia. Karena kebutuhan domestiknya tinggi, pemerintah India menekankan pentingnya memperoleh energi yang aman, terjangkau, dan dapat diandalkan. India juga tetap membeli minyak dari berbagai pemasok berdasarkan kondisi pasar. Rusia menjadi salah satu sumber penting sejak sanksi Barat diberlakukan setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 2022. Dengan demikian, perubahan aturan terhadap pembeli minyak Rusia dapat memengaruhi strategi pengadaan energi India.

Minyak Rusia Menjadi Titik Perselisihan

Pembelian minyak Rusia telah menjadi salah satu isu dalam hubungan India dengan negara-negara Barat. New Delhi selama ini mempertahankan kebijakan membeli energi dari berbagai sumber. Pemerintah India berulang kali menyatakan bahwa kebutuhan energi dalam negeri harus menjadi pertimbangan utama. Sementara itu, AS menggunakan tekanan ekonomi untuk mengurangi pendapatan Rusia dari sektor energi. Pendapatan tersebut dinilai berperan dalam menopang keuangan Moskow selama perang di Ukraina. Karena itu, minyak menjadi salah satu titik penting dalam kebijakan sanksi terhadap Rusia.

Tarif Baru Belum Berarti Tarif Langsung Berlaku

Ada hal penting yang perlu diperhatikan dalam perkembangan ini. Pengesahan rancangan undang-undang oleh Kongres tidak sama dengan pemberlakuan tarif 100 persen secara langsung. Aturan tersebut memberikan kewenangan kepada Trump untuk menggunakan instrumen tarif dalam kondisi tertentu. Besaran tarif yang benar-benar diterapkan juga masih bergantung pada keputusan pemerintah AS. Karena itu, angka 100 persen saat ini merupakan batas kewenangan yang tersedia dalam aturan tersebut. Detail mengenai produk yang terkena tarif dan waktu penerapannya juga masih menjadi bagian dari proses selanjutnya.

Industri India Mulai Mengantisipasi Dampaknya

Sektor penyulingan India juga memiliki kepentingan langsung dalam perkembangan tersebut. Reuters melaporkan bahwa para penyuling mendorong pemerintah untuk mencari kemungkinan pengecualian atau kuota melalui negosiasi dengan AS. Mereka juga memperingatkan potensi kenaikan biaya apabila pasokan global semakin terbatas. Pada Agustus 2026, impor minyak mentah India meningkat 25,8 persen secara tahunan menjadi US$16,69 miliar. Data tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan minyak India ketika kondisi pasar energi global sedang bergejolak. Oleh sebab itu, perubahan harga atau sumber pasokan dapat memiliki dampak yang lebih luas terhadap sektor energi domestik.

Pasar Energi Global Ikut Menjadi Perhatian

Selain India, kebijakan tersebut dapat memengaruhi dinamika pasar minyak dunia. Jika pembeli besar harus mengurangi pembelian minyak Rusia, pola perdagangan global dapat berubah. Namun, dampaknya akan bergantung pada seberapa luas tarif diterapkan dan bagaimana negara-negara terkait meresponsnya. Pada saat yang sama, pasar minyak juga dipengaruhi faktor lain. Gangguan pasokan dari Timur Tengah dan perkembangan geopolitik dapat mengubah harga dalam waktu singkat. Reuters melaporkan Brent berada di sekitar US$103 per barel pada 17 September setelah turun sekitar 2 persen.

India Siapkan Langkah untuk Melindungi Kepentingannya

Pemerintah India menyatakan akan bekerja sama dengan sektor industri dan perdagangan untuk menghadapi perkembangan tersebut. New Delhi juga tetap menekankan kebijakan memperoleh pasokan dari berbagai negara. Langkah itu memberi ruang bagi India untuk menyesuaikan sumber minyak berdasarkan harga dan kondisi pasar. Di sisi lain, hubungan dagang dengan AS tetap menjadi faktor penting bagi perekonomian India. Karena itu, perkembangan aturan baru tersebut dapat menjadi bagian dari pembahasan perdagangan yang lebih luas antara kedua negara. Untuk saat ini, perhatian utama India adalah memastikan kepentingan ekonomi dan keamanan energinya tetap terlindungi.

Keputusan Trump Menjadi Perkembangan Berikutnya

Tahap berikutnya bergantung pada keputusan Presiden Donald Trump terhadap rancangan undang-undang tersebut. Jika ditandatangani, pemerintah AS akan memiliki kewenangan lebih besar untuk menjatuhkan tarif kepada negara yang membeli energi Rusia sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, penerapan tarif tidak otomatis berarti seluruh impor India akan langsung terkena beban 100 persen. Besaran, cakupan, dan mekanisme penerapannya masih menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Karena itu, pemerintah India dan pelaku industri masih memiliki ruang untuk melakukan negosiasi. Perkembangan berikutnya akan menentukan seberapa besar dampaknya terhadap perdagangan, energi, dan hubungan India-AS.